NGEMPUGIN: UPACARA TUMBUH GIGI PADA ANAK

NGEMPUGIN: UPACARA TUMBUH GIGI PADA ANAK

 

Oleh

I Made Dwi Susila Adnyana, M.Pd

Email: Ringofdevilbali@gmail.com

 

Secara etimologi, Ngempugin dapat diartikan ‘membelah’. Arti ini dapat dianalogikan dengan terbelahnya gusi anak, karena giginya akan tumbuh (Tim Penyusun, 1984:77). Ketika gigi anak mulai tumbuh untuk pertama kalinya, maka pada saat itu dibuatkan suatu upacara. Permohonan saat ritual Ngempugin ditujukan kepada Tuhan dalam manifestasi-Nya sebagai Dewa Surya (Tim Penyusun, 1995:49).

Upacara ini dilakukan pada saat matahari terbit dengan harapan agar munculnya gigi baru itu dapat memberikan pencerahan, kekuatan, dan kesehatan bagi si anak (Renawati, 2019:377; Nala & Wiratmadja, 2012:262). Maka dari itu, Dewa Surya yang diyakini sebagai penguasa matahari dimohonkan hadir agar memberikan sumber kekuatan kepada anak.

Matahari sebagai sumber Vitamin D sangat baik untuk pertumbuhan gigi anak. Oleh sebab itu, upacara Ngempugin dilakukan pada saat matahari terbit. Saat terpapar cahaya matahari, senyawa ‘prekursor 7-dehidrokolesterol’ akan diubah menjadi senyawa ‘kolekalsiferol’. Induksi ini terutama disebabkan oleh sinar ultraviolet B (UVB).

Pada tahap selanjutnya, senyawa ‘kolekalsiferol’ ini akan diubah menjadi senyawa ‘kalsitrol’ yang merupakan bentuk aktif dari vitamin D di dalam tubuh. ‘Kalsitrol’ sendiri diproduksi di ginjal yang kemudian akan diedarkan ke bagian-bagian tubuh yang membutuhkan, terutama di organ tulang dan gigi. [1]

Matahari dalam Hinduisme diyakini sebagai perwujudan Dewa Surya. Dewa Surya adalah Dewa penguasa matahari yang bertugas memberikan energi dan kekuatan kepada semua mahluk hidup di bumi ini. Tanpa adanya kekuatan matahari dari Dewa Surya, seluruh alam semesta ini akan musnah.

Ritual pada upacara Ngempugin yang dilakukan pada saat matahari terbit dengan memohon anugerah kepada Dewa Surya memiliki makna dan tujuan agar anak yang telah tumbuh gigi, diberikan kekuatan secara spiritual dan juga diharapkan agar pertumbuhan gigi pada anak dapat tumbuh dengan kuat.

Pertumbuhan gigi sangat didukung oleh Vitamin D yang ada pada matahari, oleh karena itu, upacara Ngempugin dilakukan pada saat matahari terbit dengan memohon kekuatan spiritual kepada Dewa Surya; manifestasi Ida Sang Hyang Widi Wasa sebagai Dewa Matahari.

DAFTAR PUSTAKA

Https://id.wikipedia.org/wiki/Vitamin_D.

Nala, I Gusti Ngurah & Adia Wiratmadja. (2012). Murddha Agama Hindu. Denpasar: Upada Sastra.

Renawati, Wayan. P. (2019). Implementasi Upacara Manusa Yadnya dalam Naskah Dharma Kahuripan (Perspektif Teologi Hindu). Mudra: Jurnal Seni Budaya, Vol. (34) No. (3) ISSN 0854-3461.

Tim Penyusun. (1995). Bahan Pendidikan dan Pengajaran Agama Hindu. Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Bali.

Tim Penyusun. (1984). Upacara Tradisional Daerah Bali. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah.

 



[1] Baca Vitamin D dalam Wikipedia. (Tersedia di https://id.wikipedia.org/wiki/Vitamin_D)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ringkasan Cerita Rāmāyana

Sekilas Cerita Mahābhārata

SUGIHAN BALI: PENYUCIAN MIKROKOSMOS